MA Perberat Hukuman Mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan Menjadi 13 Tahun Penjara

Abadikini.com, JAKARTA – Mahkamah Agung (MA) telah memperberat hukuman mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Agustiawan, dalam kasus korupsi pengadaan gas alam cair (LNG).
Vonis yang sebelumnya 9 tahun penjara kini ditingkatkan menjadi 13 tahun penjara. Selain itu, denda yang harus dibayarkan juga naik dari Rp500 juta menjadi Rp650 juta, dengan ketentuan subsider 6 bulan kurungan.
Putusan kasasi dengan Nomor 1076 K/PID.SUS/2025 ini diputuskan oleh majelis hakim yang diketuai oleh Dwiarso Budi Santiarto, dengan anggota Sinintha Yuliansih Sibarani dan Achmad Setyo Pudjoharsoyo.
Majelis hakim menolak permohonan kasasi dari Karen Agustiawan maupun jaksa penuntut umum KPK, namun memutuskan untuk memperbaiki kualifikasi dan hukuman dari putusan pengadilan banding yang sebelumnya menguatkan putusan pengadilan tingkat pertama.
Kasus ini bermula dari dugaan korupsi dalam pengadaan LNG di Pertamina pada periode 2011 hingga 2014. Karen Agustiawan didakwa telah merugikan negara sebesar 113,84 juta dolar Amerika Serikat atau setara Rp1,77 triliun.
Selain itu, ia juga didakwa memperkaya diri sendiri sebesar Rp1,09 miliar dan 104.016 dolar AS (sekitar Rp1,62 miliar), serta memperkaya korporasi CCL sebesar 113,84 juta dolar AS.
Sebelumnya, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah menjatuhkan vonis 9 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan kepada Karen Agustiawan.
Putusan ini kemudian diperkuat oleh Pengadilan Tinggi Jakarta sebelum akhirnya diperberat oleh Mahkamah Agung pada tingkat kasasi.
Dengan putusan ini, diharapkan menjadi pelajaran bagi para pejabat dan pengelola perusahaan negara untuk selalu menjaga integritas dan menghindari praktik korupsi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. (Antara)