PBB Targetkan 4 Persen Suara di Pemilu 2024

Abadikini.com, JAKARTA – Sekjen Partai Bulan Bintang (PBB) Afriansyah Noor mengungkap partainya menargetkan peraihan 4 persen suara di Pemilu 2024. PBB menjadi salah satu yang mendaftar langsung sebagai parpol peserta Pemilu ke KPU hari ini bersama PKP, PKS, NasDem, hingga PDIP.
“Minimal kita sama dengan parliament threshold 4 persen saja, setara dengan 25 kursi yang ada di seluruh Indonesia. Saya sudah meminta kepada Bappilu pusat untuk melakukan mapping. Karena PBB pada 1999-2009 pernah berjaya, pernah punya kursi di DPR RI. Kursi ini akan kita ambil kembali, kita gali kembali,” kata Afriansyah di KPU, dilansir dari kumparan Selasa (2/8/2022).
“Kita perintahkan semua DPC, DPW untuk seluruh tokoh masyarakat, ulama, pondok pesantren seluruhnya kita rangkul. Sekarang paradigma kita ini, partai Islam modernis. Di tempat-tempat kita yang minoritas sekarang pengurusnya sudah non muslim, jadi strategi ini mudah-mudahan bisa merangkul semua kekuatan di Indonesia,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Afriansyah menerangkan PBB lebih siap dengan sistem baru SIPOL. Ia menerangkan sejak Juni 2022, PBB sudah memasukkan data ke SIPOL yang dibuka KPU RI.
“Data ini kami terima hampir di seluruh Indonesia, 34 provinsi, kita 100% lengkap. Di kabupaten/kota kita mendaftar di 492 DPC dari 514 DPC, itu sekitar 95,7%. Kecamatan kita mendaftar 5.111, itu setara dengan 71%,” terangnya.
“Kami mendata keanggotaan kita itu di 247.000 yang masuk dalam SIPOL sebagai syarat per seribu tadi. Itu semua berdasarkan KTP dan NIK, jadi tidak main-main,” paparnya.
Afriansyah mengakui bahwa pada periode sebelumnya, PBB masih belum siap dari segi infrastruktur parpol sehingga tak lolos verifikasi parpol pada Pemilu 2019. Namun pada periode ini, ia memastikan PBB siap dan optimis untuk lolos verifikasi parpol.
“PBB ini baru berulang tahun 24 tahun dan kita sudah punya cukup pengalaman, tapi memang pengalaman periode kemarin kita menggugat-gugat, itu memang kesiapan infrastruktur yang sangat lemah. Nah, dengan pengalaman ini saya diminta Ketua Umum Bapak Profesor Yusril untuk memperbaiki kepengurusan dari mulai provinsi, kabupaten/kota, sampai PAC kecamatan dan ranting,” terangnya.
“Perintah inilah yang kami jalankan sejak 2019 dan hasilnya sudah terlihat hari ini, buah kerja semangat teman-teman semua dari seluruh Indonesia. Mudah-mudahan verifikasi administrasi dan faktual ini akan siap kita ikuti,” tandasnya.