BSI Luncurkan Layanan Bank Emas, Dorong Pertumbuhan Kinerja Optimal

Abadikini.com, JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi meluncurkan layanan Bank Emas dengan branding “BSI Bank Emas”, yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan kinerja perusahaan secara optimal. Langkah ini sejalan dengan potensi cadangan emas Indonesia yang mencapai 2.600 ton, menjadikan pendirian bullion bank sebagai upaya strategis dalam mengoptimalkan ekosistem emas nasional.
Ekonom Universitas Bina Nusantara, Moch. Doddy Ariefianto, menyatakan bahwa transaksi emas di Indonesia saat ini sudah cukup luas, namun pelaku intermediasi emas dalam skala besar masih terbatas. Dengan hadirnya BSI Bank Emas, diharapkan intermediasi emas secara wholesale dapat lebih optimal.
“Saat ini transaksi emas sudah luas, cuma kan yang bermain di wholesale tidak begitu banyak. Toko emas banyak di pasar-pasar, tetapi yang melakukan intermediasi emas secara wholesale, BSI dengan bank emas bisa optimal di sana,” kata Doddy.
Doddy menambahkan, sebagai negara dengan ekonomi menengah, transaksi emas di Indonesia belum sebesar negara-negara seperti Jepang dan Amerika Serikat. Emas seringkali disimpan sebagai instrumen lindung nilai, namun dengan adanya bank emas, BSI berpeluang menggerakkan emas-emas tersebut sehingga memberikan nilai tambah lebih.
“Emas bergairah ketika kondisi tertentu, misalnya risk averse (saat kondisi ekonomi tidak pasti), ketika adem ayem dia tidak terlalu produktif. Ini nanti bisa digenjot, bank emas bisa terlibat dalam hilirisasi, bisa memobilisasi dana-dana emas di masyarakat,” ujar Doddy.
Sebelumnya, Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa bisnis bullion akan mengakselerasi pertumbuhan perusahaan. BSI memperkenalkan tiga branding utama produk BSI Bank Emas, yaitu BSI Gold, BSI Emas Digital, dan BSI ATM Emas. ATM Emas milik BSI ini merupakan yang pertama di Indonesia.
“Kami berharap dengan hadirnya layanan ini, bisnis bank emas BSI dapat mempercepat pertumbuhan perusahaan dan menciptakan potensi pasar yang sangat besar, dengan estimasi nilai bisnis sekitar Rp280 triliun. Kami juga berharap dapat memberikan efek multiplier yang signifikan bagi perekonomian Indonesia,” kata Hery.
Hery menambahkan, produk BSI Bank Emas dirancang secara inklusif dan digital, dengan tujuan memberikan akses kepada masyarakat, baik yang baru memulai investasi maupun yang sudah berpengalaman.
Presiden Prabowo Subianto meresmikan layanan Bank Emas oleh BSI dan Pegadaian pada Rabu (26/2) di Jakarta, menjadikan BSI sebagai bank pertama yang menjalankan bisnis bullion bank di Indonesia. Ke depan, bank emas diprediksi dapat meningkatkan produk domestik bruto (PDB) hingga Rp245 triliun, investasi sebesar Rp47,4 triliun, dan peredaran uang mencapai Rp156 triliun.
Dengan peluncuran layanan BSI Bank Emas ini, diharapkan ekosistem emas di Indonesia dapat berkembang lebih optimal, memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, serta menawarkan berbagai layanan terkait emas yang lebih luas bagi masyarakat. (Antara)